Terlampau mendengarkan kata orang, kuranglah baik.
Lama kelamaan, kamu bisa kehilangan jati dirimu.
Pun jikalau benar-benar menutup mata dan telinga, satu-satunya orang yang merugi adalah si pemilik mata dan telinga, betapa sia-sianya anugerah Yang Kuasa.
Karena sekedar menyingkirkan ulat yang menempel di pundak, kita butuh tangan *orang lain*.
Manusia (termasuk aku), punya kecenderungan merasa lebih benar, mau mencubit tapi tak sudi disentil.
Obatnya cuma hati, jangan dibiarkan mati.
Biasakan untuk rela menerima yang baik, walau dengan cara terburuk sekalipun.
Dora Febrina
Pondok Ranggon
January, 4 2019








0 comments