'Kedekatan, seringkali menimbulkan tuntutan.'
Sahabat Love and Life, hanya dalamnya hati yang tidak bisa diukur. Berkumpul belum tentu sehati.
Yang namanya hati itu sungguh istimewa. Karena menentukan cara pandang dan lisan kita.
Sahabat tentunya punya beberapa teman, yang sering pergi sama-sama bahkan sampai punya grup di beberapa media sosial, katakanlah dalam 1 grup terdiri dari 5 sampai 10 anggota dan kebersamaan sudah lebih dari 7 atau 8 tahun. Muluskah jalannya pertemanan?, Hampir bisa dipastikan, jawabannya adalah tidak. Beragam konflik muncul dari hal sepele sampai prinsip.
Aku beri contoh dari hal yang sebenarnya sepele ya Sahabat.
Semua pasti tahu, whatsapp messenger adalah aplikasi yang paling banyak digunakan untuk ciptakan kumpulan, entah alumni SD, SMP, SMA, Kuliah bahkan kantor lama. Aplikasi user friendly, dengan peningkatan fasilitas dari waktu ke waktu.
Misalkan saja, ada 1 teman yang posting tentang keberhasilannya akan satu hal. Lalu teman yang posting, bisa lihat pada menu 'info' siapa saja yang sudah membaca, karena merasa 'dekat', seringkali ngopi bareng bahkan saat ada acara keluarga pun, teman tersebut acapkali diundang. Timbul harapan ingin ada timbal balik berupa dukungan, ucapan selamat, hal-hal yang mengekspresikan ikut berbahagia. Namun kenyataannya banyak yang 'hanya dibaca'
Nah, hal tersebutlah yang membuat si pengirim pesan 'berprasangka' lalu karena merasa 'kenal' dengan si B yang cenderung dengki atau si C yang gak peduli, muncullah segala prasangka di hati si pengirim pesan 'kok tidak ada tanggapan, padahal kan sudah dibaca, masa iya gak sempat balas sebagai bentuk support, biasanya kalau pesan lucu-lucuan atau gossip, tanggapannya cepat.'
Jadilah hal tersebut berulang, pada akhirnya menjadi duri dalam hati.
Sahabat, sejatinya kala kita berkata 'Dia, temanku' segala suka duka baiknya dilalui bersama.
Sepele memang, namun sanggup merusak hati.
Sesibuk apa kita?, hingga tak ada waktu untuk menyenangkan hati teman sendiri.
Sementara untuk hal ketawa ketiwi, bicarakan kekurangan seseorang, nyaris selalu punya waktu.
Sahabat Love and Life, hanya dalamnya hati yang tidak bisa diukur. Berkumpul belum tentu sehati.
Yang namanya hati itu sungguh istimewa. Karena menentukan cara pandang dan lisan kita.
Sahabat tentunya punya beberapa teman, yang sering pergi sama-sama bahkan sampai punya grup di beberapa media sosial, katakanlah dalam 1 grup terdiri dari 5 sampai 10 anggota dan kebersamaan sudah lebih dari 7 atau 8 tahun. Muluskah jalannya pertemanan?, Hampir bisa dipastikan, jawabannya adalah tidak. Beragam konflik muncul dari hal sepele sampai prinsip.
Aku beri contoh dari hal yang sebenarnya sepele ya Sahabat.
Semua pasti tahu, whatsapp messenger adalah aplikasi yang paling banyak digunakan untuk ciptakan kumpulan, entah alumni SD, SMP, SMA, Kuliah bahkan kantor lama. Aplikasi user friendly, dengan peningkatan fasilitas dari waktu ke waktu.
Misalkan saja, ada 1 teman yang posting tentang keberhasilannya akan satu hal. Lalu teman yang posting, bisa lihat pada menu 'info' siapa saja yang sudah membaca, karena merasa 'dekat', seringkali ngopi bareng bahkan saat ada acara keluarga pun, teman tersebut acapkali diundang. Timbul harapan ingin ada timbal balik berupa dukungan, ucapan selamat, hal-hal yang mengekspresikan ikut berbahagia. Namun kenyataannya banyak yang 'hanya dibaca'
Nah, hal tersebutlah yang membuat si pengirim pesan 'berprasangka' lalu karena merasa 'kenal' dengan si B yang cenderung dengki atau si C yang gak peduli, muncullah segala prasangka di hati si pengirim pesan 'kok tidak ada tanggapan, padahal kan sudah dibaca, masa iya gak sempat balas sebagai bentuk support, biasanya kalau pesan lucu-lucuan atau gossip, tanggapannya cepat.'
Jadilah hal tersebut berulang, pada akhirnya menjadi duri dalam hati.
Sahabat, sejatinya kala kita berkata 'Dia, temanku' segala suka duka baiknya dilalui bersama.
Sepele memang, namun sanggup merusak hati.
Sesibuk apa kita?, hingga tak ada waktu untuk menyenangkan hati teman sendiri.
Sementara untuk hal ketawa ketiwi, bicarakan kekurangan seseorang, nyaris selalu punya waktu.
Jika tak sempat menanggapi saat itu, sempatkanlah saat luang atau dalam keadaan santai.
Memang perlu sekali ya memberi tanggapan?
Menurut aku perlu, jika ingin langgeng, bangunlah kedekatan dengan saling peduli. Jika mengaku teman, belajar untuk lebih beremphaty.
Mengapa semua itu perlu?, karena semua itu datangnya dari hati.
Coba Sahabat Love and Life tanya pada diri, kala sahabat menganggap sesuatu itu 'penting' tentunya akan menjadi prioritas, atau setidaknya hal yang perlu mendapat perhatian.
Lalu kembalikan pada diri, jika aku yang di posisi itu, ucapan selamat dan Doa, tentu menambah semangat dan energy.
Betul apa betul?😉
Percayalah, saat seseorang bahagia karena kita. Allah akan kirimkan orang-orang yang juga membuat kita bahagia. Ataupun dalam bentuk dimudahkannya segala urusan kita, Aamiin YRA.
Semoga kita dimampukan menjadi insan yang selalu menjaga hati.
Dora Febrina
Memang perlu sekali ya memberi tanggapan?
Menurut aku perlu, jika ingin langgeng, bangunlah kedekatan dengan saling peduli. Jika mengaku teman, belajar untuk lebih beremphaty.
Mengapa semua itu perlu?, karena semua itu datangnya dari hati.
Coba Sahabat Love and Life tanya pada diri, kala sahabat menganggap sesuatu itu 'penting' tentunya akan menjadi prioritas, atau setidaknya hal yang perlu mendapat perhatian.
Lalu kembalikan pada diri, jika aku yang di posisi itu, ucapan selamat dan Doa, tentu menambah semangat dan energy.
Betul apa betul?😉
Percayalah, saat seseorang bahagia karena kita. Allah akan kirimkan orang-orang yang juga membuat kita bahagia. Ataupun dalam bentuk dimudahkannya segala urusan kita, Aamiin YRA.
Semoga kita dimampukan menjadi insan yang selalu menjaga hati.
Dora Febrina
Desember, 23








0 comments